Jul 11, 2018

W.I.P Karya 3 #1

Dari penulisan saya berkaitan hubungan-hubungan yang saya anggap wujud di antara Pohon Beringin dan karya-karya Hayao Miyazaki/Ghibli Studio sebelum ini, saya telah menghasilkan satu karya animasi yang tidak bersandar pada 'bentuk fizikal' Pohon Beringin.

Saya bercadang menghasilkan siri ini sebagai satu siri mantra, atau kata-kata yang diulang selari dengan visualnya - dan kata-kata ini adalah berdasarkan sifat dan falsafah Pohon Beringin. Untuk permulaan, saya menggunakan sifat 'vertikaliti' Pohon Beringin (Dari dunia nafsu di bawah dan menuju kepada tuhan ke atas). Berdasarkan video yang direkod, saya menyebut 'Dari bawah, sampai atas' dengan berulang-ulang.

Animasi berbentuk morphology dan dibuat dalam loop (continuous, dengan frame terakhir adalah sama dengan frame pertama). Karya ini dibuat secara spontan, dengan bayangan-bayangan beasts akan bertukar kepada bentuk-bentuk tumbuhan, namun secara spontan ia berakhir dengan telur? (dan tangan yang berdoa dan menyapu muka). Saya ada merancang menghasilkan bentuk 'morphing animation ini' dalam bentuk-bentuk yang lain sebagai tribute kepada konteks historikal Pohon Beringin yang rekabentuknya berubah kepada '100% Fauna' setelah kemasukan Islam di Asia Tenggara.

Semasa saya menghasilkan karya ini, isteri saya menegur 'awak ni memang suka tengkorak eh?'. Mungkin saya patut tulis perkara ini disini untuk rujukan peribadi.




W.I.P Karya 3 #1

Dari penulisan saya berkaitan hubungan-hubungan yang saya anggap wujud di antara Pohon Beringin dan karya-karya Hayao Miyazaki/Ghibli Studio...